Ngelantur Ngawur, Meracau Kacau

Salah satu kekhawatiran seorang comedian adalah gagal membuat orang ketawa. Dalam beberapa hal, stand up seperti bermain music atau nyanyi. Kita pasti seneng banget kalau setelah selesai pertunjukan ada yang tepuk tangan semakin banyak yang tepuk tangan, kita semakin senang. Itu artinya humor yang kita buat berhasil. (Achrian, 2012: 129)

Bray, gw mau bilang sama lu. Ga ada yang ideal di dunia ini selain ketentuan Allah yang absolut. Kenapa ideal? Karena keabsolutannya itu. Cuma banyak orang yang mulai berpikir kalau yang absolut itu absurd. Ga mungkin absolut kalau yang menguasai itu ga kelihatan. Makanya mulai deh berpikir kalau yang absolut itu  ga ada. Bahkan, tuhan sekali pun.

Anggapan bahwa semua itu tergantung kita sedikit banyak ada benarnya juga. Mau ga mau emang kita harus bisa berusaha buktiin keabsolutan dari hal tersebut atau tenggelam dalam keabsolutan itu sendiri. Dalam usaha pembuktian keabsolutan itu ada dua hasilnya, benar atau keliru. Kenapa keliru? Karena pada dasarnya ga ada yang salah, yang ada keliru. Banyak yang keliru dalam entah dalam hal cara atau hasil. Yang pasti, semua usaha pasti memiliki konsekuensinya.

Bray, sekali lagi, ga ada yang ideal di dunia ini. Lu hidup bukan lagi sebuah pilihan. Lu hidup udah sebuah kondisi yang ga ideal dimana lu harus keluar dari zona nyaman yang namanya rahim ibu. Tanpa sadar, hari kita dilahirkan adalah hari terakhir kita bebas. Karena setelah kita lahir di dunia ini, kita bakal ngadepin banyak kewajiban atau tugas yang ga pernah kita minta. Bahkan, bagi yang ga pandai bersyukur, hidup itu absurd. Mau nyalahin keabsolutan lagi? Mau nyalahin tuhan lagi? Kenapa? Karena ga bisa nahan kelahiran diri sendiri? Jadi masih ada ga keabsolutan itu? Lu aja ga pernah bisa milih mau lahir gimana? Pahami kawan.

Bray, untuk kesekian kalinya, ga ada yang ideal di dunia ini. Hidup itu hasil dari pilihan kita kalau masih yakin keabsolutan tuhan itu ga ada. Lu memilih hidup sekarang juga jadi pilihan lu. Lu harus terima konsekuensinya. Mau ga mau lu harus bisa cepat menyesuaikan diri sama dampak yang bakal lu terima sebagai konsekuensi logis atas pilihan lu. Ini ga semudah yang lu kira. Kalau lu anggap ini semua beban, emang benar. Yang jadi masalah, mau lu taro mana nih beban supaya bisa jadi alasan lu hidup? Gw sih fine-fine aja kalau lu masih anggap itu sebagai beban, cuma mau sampai kapan? Toh, itu kan hasil dari pilihan lu. Seharusnya lu nikmati konsekuensinya. Jalanin apa yang udah lu pilih. Jalanin apa yang udah lu mulai.

Jangan jadiin alasan ga sreg atau ga sesuai dengan harapan, lu jadi lari dari konsekuensi itu. Malu lah sama burung kalau masih aja nyesel sama pilihan yang lu pilih. Jantanlah! Jangan bacot! Diam, kerjakan!

Hahaha, gelantur banget dah gw.

About these ads

One comment to Ngelantur Ngawur, Meracau Kacau

  1. jiaz says:

    kekuasaan tuhan absolut boy ! hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s